Ini, Sekolah Model SPMI di Purwakarta

Ini, Sekolah Model SPMI di Purwakarta

Ini, Sekolah Model SPMI di Purwakarta

Sebanyak 16 sekolah jadi model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

pada ekspose yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Sekolah-sekolah yang jadi model ekspose yang digelar di Bale Guru Linuhung Jalan Veteran, Selasa (14/11) itu diantaranya; 10 Sekolah Dasar (SD), 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Kami dari SMK Bina Taruna tentunya senang bisa menjadi salah satu sekolah model SPMI

. Sebagai sekolah model SPMI, tentu sekolah kami jadi lebih paham soal tata cara penyusuanan dan implementasi penjaminan mutu yang mengikuti standar nasional,” jelas penanggung jawab perwakilan SMK Bintar, Saleh (27).

Saleh sempat memamerkan 5 dokumen yang berisi siklus SPMI di sekolahnya. “Isinya siklus SPMI yang terdiri dari pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan, pelaksanaan pemenuhan, evaluasi mutu dan penetapan standar mutu,” jelasnya.

Di tempat yang sama, hal yang sama juga diutarakan penanggung jawab perwakilan dari SMPN 3 Purwakarta,

Septi Sulistiani, yang merupakan ketua Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Ia mengaku senang dan bangga ketika SMPN 3 Purwakarta mampu menjadi sekolah model SPMI.

Bagi Septi, sistem penjaminan mutu di sekolahnya harus berjalan dengan baik dan maksimal mengingat besarnya animo calon pelajar yang ingin mengenyam pendidikan di SMPN 3 Purwakarta.

“Sebagai salah satu sekolah favorit, tentu SMPN 3 Purwakarta harus terus meningkatkan mutu pendidikannya sesuai dengan tuntutan standar nasional. Untuk itu sistem jaminan mutu harus dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Septi mengaku, dalam mengimplementasikan SPMI pihak sekolah juga melibatkan partisipasi orang tua murid agar dapat bekerjasama dengan baik.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjamin Mutu pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Totoh Santoso mengaku puas dan meminta sekolah model SPMI Purwakarta untuk terus selalu berusaha menjadi lebih baik. “Purwakarta saya nilai bagus, di atas standar, saya kira nanti sangat layak untuk bisa menjadi model sekolah percontohan pada tingkatan selanjutnya,” ujar Totoh.

Diketahui, selain menggelar ekspose, 16 model sekolah SPMI juga menggelar stand yang menampilkan prestasi membanggakan sekolah mereka masing-masing termasuk juga kreatifitas dan inovasi.

Sumber :

https://classicairsoft.org/inilah-manfaat-gaya-gravitasi-bumi-bagi-kehidupan/

Tags: