Google makin Meng-Indonesia

Google makin Meng-Indonesia

Google makin Meng-Indonesia

MEMUTUSKAN destinasi liburan bisa menjadi perkara yang membuat pusing kepala. Membuka satu blog berisi rekomendasi tempat wisata tidak akan cukup. Keputusan semakin mantap saat mata dimanja keindahan dalam foto.

Kiranya kecenderungan itu yang dipahami Google Street View. Aplikasi yang biasanya menampilkan gambaran riil ruas-ruas jalan itu kini merambah tempat wisata dan bawah laut.

Jika Anda ke Pulau Komodo, contohnya, ada pemandangan 360 derajat

dari salah satu titik wisata itu dengan bantuan cardboard, perangkat virtual reality (VR) dari karton milik Google. Anda bisa menekan tombol cardboard di ponsel dan memasang ponsel Anda di cardboard untuk merasakan sensasi VR. Meski di kantor, Anda bak di atas pasir putih Pulau Komodo dalam petualangan mencari hewan serupa dinosaurus itu.

Di samping itu, ada pilihan pemandangan bawah lautnya. Putarlah ponsel dengan cardboard ke arah mana saja, atas, bawah, kanan, kiri, belakang, maka akan ada pemandangan riil bawah laut layaknya Anda menyelam.

Teknologi kamera 360 itu bukan barang baru. Sebelumnya

, Kementerian Pariwisata Indonesia mempromosikan keindahan bawah laut Indonesia dengan teknologi VR. Namun, ini pertama kalinya tampilan itu bisa diakses lewat Google Street View. Artinya, gambaran itu bisa dilihat siapa pun di belahan dunia yang lain. Seru, kan!

Saat wisata, Google Maps menawarkan kemudahan lain dengan fitur terbarunya. Dalam acara Google for Indonesia di Pasific Place, Jakarta, Rabu (9/8), Hugh Williams selaku VP Engineering untuk Google Maps mengumumkan sederetan fitur baru, termasuk fitur offline.

“Kami paham banyak orang di Indonesia memiliki masalah

dalam hal kapasitas penyimpanan, jadi kini peta offline bisa disimpan dalam SD card ponsel,” jelasnya. Menariknya, Anda bisa mengatur jarak jangkauan peta yang ingin disimpan secara offline.

Baca Juga :

Tags: