Budaya Politik Partisipan dalam Bentuk Konvensional

Budaya Politik Partisipan dalam Bentuk Konvensional

Budaya Politik Partisipan

Partisipasi politik

Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekolompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Budaya politik yang partisipatif adalah budaya politik yang demokratik dan akan berimbas pada terbentuknya sebuah sistem politik yang demokratik dan stabil. Orang atau masyarakat yang memiliki tipe budaya politis partisipan, bercirikan seseorang atau masyarakat yang memiliki orientasi terhadap seluruh objek politik secara keseluruhan (input dan output) dan terhadap diri sendiri sebagai aktor politik. Keyakinan terhadap kemampuan (kompetensi) seseorang merupakan kunci sebuah sikap politik dan keyakinan akan kemampuan tersebut merupakan kunci terbentuk dan terpeliharanya demokrasi. Warga negara mempunyai keyakinan bahwa mereka mempunyai kompetensi untuk terlibat dalam proses politik yang sedang berjalan. Dengan demikian pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk dapat mengakomodasi kepentingan warga maayarakat.

Menurut Gabriel Almond, partisipasi politik warga negara sebagai wujud budaya politik partisipan masyarakat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Budaya Politik Partisipan dalam Bentuk Konvensional

Budaya politik partisipan dalam bentuk konvensional ini meliputi :
Pemberian suara.
Diskusi kelompok.
Membentuk dan bergabung dalam satu organisasi.
Komunikasi individual dengan pejabat politik atau administrasi.
Pengajuan petisi.

 Budaya Politik Partisipan dalam Bentuk Non Konvesional

Budaya politik partisipan dalam bentuk non konvesional meliputi :
Berdemonstrasi.
Konfrontasi.
Aksi mogok.
Tindak kekerasan politik.
Tindak kekerasan politik terhadap manusia (penculikan, pembunuhan)
Perang gerilya atau revolusi
Peranan Partai Politik
Pendapat mengenai partai politik dari beberapa ilmuwan, antara lain :

Prof. Dr. Miriam Budiarjo

Partai politik adalah organisasi atau golongan yang berusaha untuk memperoleh dan menggunakan kekuasaan.
Carl J. Friedrich

Partai politik adalah sekolompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut dan mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan partainya sehingga penguasaan partai itu memberikan manfaat kepada anggota partainya baik bersifat ideal maupun material.
Sigmund Neuman

Partai politik adalah organisasi tempat kegiatan politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atau dasar persaingan melawan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang tidak sepaham.

Sumber : https://pelajaranips.co.id/

Tags: